Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menkumham Pimpin Delegasi RI dalam Konferensi Diplomatik di WIPO, Jenewa



Jenewa, 13 Mei 2024 - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly, memimpin delegasi RI dalam Konferensi Diplomatik untuk Menyimpulkan Instrumen Hukum Internasional yang Berkaitan dengan Kekayaan Intelektual, Sumber Daya Genetik, dan Pengetahuan Tradisional Terkait Sumber Daya Genetik (GRATK). Konferensi ini diadakan di Kantor World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss, pada tanggal 13 hingga 24 Mei 2024.

Konferensi Diplomatik GRATK ini merupakan langkah penting untuk menyepakati instrumen hukum internasional yang mengatur perlindungan kekayaan intelektual, sumber daya genetik, dan pengetahuan tradisional terkait sumber daya genetik. Hal ini penting untuk memastikan hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal atas sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional mereka, serta untuk mempromosikan akses yang adil dan merata ke sumber daya genetik untuk kepentingan bersama.

Dalam konferensi ini, Menkumham Laoly menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:

1. Pentingnya pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal atas sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional mereka.
2. Perlunya instrumen hukum internasional yang seimbang dan adil bagi semua pihak.
3. Pentingnya transfer teknologi dan pembangunan kapasitas untuk negara-negara berkembang.

Menkumham Laoly juga menegaskan bahwa persyaratan pengungkapan asal sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional terkait (mandatory disclosure requirement) harus menjadi elemen penting dalam instrumen hukum yang akan dihasilkan. Hal ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional.

Konferensi Diplomatik GRATK ini diikuti oleh delegasi dari 193 negara anggota WIPO, serta organisasi antarpemerintah dan organisasi non-pemerintah. Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan instrumen hukum internasional yang komprehensif dan seimbang yang akan melindungi hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal, serta mempromosikan akses yang adil dan merata ke sumber daya genetik untuk kepentingan bersama.

(Humas Lapas Pasuruan)

Posting Komentar untuk "Menkumham Pimpin Delegasi RI dalam Konferensi Diplomatik di WIPO, Jenewa"